13 January 2011

POTENSI ZAKAT UNTUK PENDIDIKAN GRATIS

Setiap orang pun maklum bahwa pendidikan merupakan kebutuhan yang amat primer bagi setiap individu. Efek pendidikan begitu menyeluruh, mulai dari pola pikir, keyakinan, dan sikap hidup yang berujung pada kualitas hidup. Singkatnya performance lahir dan batin manusia sangat dipengaruhi oleh pendidikan yang didapatnya. Begitu pentingnya pendidikan bagi manusia, pada mulanya, baik pendidikan pada tingkat keluarga maupun di luar keluarga, bisa diakses dengan gratis. Barulah setelah pendidikan mengalami perkembangan pesat dalam bentuk pelaksanaannya hal ini menjadikannya sebagai menjadi kebutuhan primer yang berbiaya. Hal ini tentu berdampak sebagian orang mampu mengakses dengan baik, tetapi sebagian lain kebutuhan primernya itu tak terpenuhi.
Berdasarkan amanat UUD 1945 untuk mencerdaskan kehidupan bangsa maka perlu adanya penyelenggaraan pendidikan yang dapat dijangkau oleh seluruh masyarakat Indonesia sehingga dapat tercapainya pembangunan karena telah terciptanya SDM yang memadai. Oleh karena itu pemerintah juga mempunyai peran penting atas terlaksananya amanat UUD 1945 tersebut. Seperti yang diberitakan pada Jawa Pos (28/12/2010), Pemerintah Kota Surabaya, melalui bantuan operasional daerah (bopda) untuk sekolah negeri dan swasta, berencana untuk memberikan SPP gratis untuk sekolah negeri dan swasta dari SD hingga SMA. Kebijakan ini membutuhkan total anggaran sebesar Rp 355,2 miliar yang telah dimasukkan dalam RAPBD Surabaya 2011.
Potensi sumber pembiayaan non-konvensional yang bisa digunakan untuk sektor pendidikan selain dari pendapatan daerah adalah pembiayaan melalui zakat. Mengingat berdasarkan data Dinas Kependudukan dan Catatan Sipil Surabaya jumlah penduduk muslim di Surabaya mencapai hingga 82 persen sehingga hal ini merupakan potensi yang sangat besar sebagai sumber pembiayaan. Zakat sebagai alat bantu pengentasan masalah sosial, telah ditetapkan untuk didistribusikan kepada delapan asnaf (golongan yang berhak menerima zakat) yang di antaranya adalah fakir dan miskin, yaitu dua kelompok manusia yang berciri khusus tidak mampu memenuhi kebutuhan dasarnya, baik sebagai makhluk hidup yang berarti perlu pangan dan kesehatan, sebagai makhluk sosial butuh sandang, papan, dan pasangan, serta sebagai khalifah Allah yang harus bermodal pendidikan. Atas dasar itu penyaluran dana zakat dalam sektor pendidikan adalah sangat beralasan secara syar'i.
Salah satu zakat yang dapat digunakan adalah zakat profesi (At-Zira'ah). Melihat kondisi harga kebutuhan pokok saat ini maka pendapatan yang mencapai nishab (batasan antara apakah kekayaan itu wajib zakat atau tidak) adalah sebesar

11 January 2011

PEMBIAYAAN PEMBANGUNAN PULAU TERLUAR DI INDONESIA

Indonesia sebagai negara kepulauan tentu mempunyai pulau-pulau yang terhampar dari barat ke timur serta dari utara hingga selatan. Keadaan ini tentu juga membawa kendala dalam upaya pemerataan pembangunan di sluruh wilaya. Seperti yang kita ketahui pembangunan paling pesat di Indonesia hampir seluruhnya terpusat di Pulau Jawa. Hal tersebut membuat pulau-pulau kurang dapat perhatian terutama pulau-pulai yang berada di wilayah terluar di Indonesia. Dimana wilayah tersebut sangat rentan terhadap ancaman dari negera yang bersebelahan maupun negara lain, seperti halnya lepasnya Pulau Sipadan dan Pulau Ligitan dari wilayah Indonesia dan menjadi milik Malaysia. Menurut Kolonel Ctp Drs. Umar S. Tarmansyah (Peneliti Puslitbang SDM Balitbang Dephan), Mahkamah International dalam menyelesaikan sengketa pulau tersebut menggunakan kriteria continuous presence, effective occupation, maintenance dan ecology preservation dan faktanya Malaysia telah membangun beberapa prasarana pariwisata di pulau-pulau tersebut. Hal tersebut tentu harus menjadi pelajaran bagi Pemerintah Indonesia untuk memperhatikan dan mendayagunakan pulau-pulau yang ada di wilayah terluar di Indonesia. Salah satu upaya yang dapat dilakukan adalah dengan menjadikan wilayah tersebut sebagai ladang investasi bagi para penanam modal.
Salah satu contohnya adalah seperti yang direncanakan pemerintah terhadap Pulau Morotai, dimana pulau tersebut akan dijadikan sebagai tempat investasi manufaktur oleh Taiwan (Jawa Pos,13/09/2010). Sehingga dalam hal ini terjadi kerjasama pemerintah dengan pihak swasta dalam bentuk investasi asing atau penanaman modal asing sebagai strategi pembiayaan pembangunan di wilayah tersebut.
Dalam hal ini, Penanaman Modal Asing (PMA) sebagai salah satu strategi pembiayaan pembangunan oleh pemerintah dianggap sebagai aliran modal yang relatif stabil dan mempunyai resiko yang kecil dibandingkan aliran modal lainnya, misalnya portofolio investasi ataupun utang luar negeri. Salah satu sebabnya adalah dikarenakan PMA tidak begitu mudah terkena gejolak fluktuasi mata uang (seperti halnya investasi portofolio) ataupun beban bunga yang berat (misalnya utang luar negeri).
Sehingga pada masa mendatang sudah dapat dipastikan bahwa PMA diharapkan

09 January 2011

Kebijakan Pembangunan 1000 Menara Rusun Sederhana di Kawasan Perkotaan

Keberadaan kawasan permukiman di perkotaan memang sangat dibutuhkan untuk menunjang kegiatan sosial dan ekonomi, sementara itu ketersediaan lahan menjadi semakin langka. Kelangkaan ini menyebabkan semakin mahalnya harga lahan di pusat kota, sehingga mendorong masyarakat berpenghasilan menengah-bawah tinggal di kawasan pinggiran kota yang jauh dari tempat kerja. Kondisi ini menyebabkan meningkatkan biaya transportasi, waktu tempuh, dan pada akhirnya akan menurunkan mobilitas dan produktivitas masyarakat. Sedangkan sebagian masyarakat tinggal di kawasan yang tidak jauh dari pusat aktivitas ekononomi, sehingga menyebabkan ketidak-teraturan tata ruang kota dan dapat menumbuhkan kawasan kumuh baru.
Untuk mengatasi permasalahan masyarakat yang tinggal di pinggiran kota yang jauh dari tempat kerja dan mencegah tumbuhnya kawasan kumuh di perkotaan maka salah satu kebijakan yang dilakukan Pemerintah Indonesia adalah merencanakan pembangunan secara vertikal berupa rumah susun (rusun). Dengan pembangunan Rusun di pusat-pusat kota, dengan intensitas bangunan tinggi, diharapkan dapat mendorong pemanfaatan lahan dan penyediaan prasarana, sarana, dan utlitas yang lebih efisien dan efektif.
Diharapkan pembangunan Rusun ini dapat memenuhi kebutuhan rumah yang layak dan terjangkau bagi masyarakat, peningkatan efisiensi penggunaan tanah sesuai peruntukan dan tata ruang, serta dapa meningkatkan daya tampung, mobilitas, produktivitas, dan daya saing kota.
Berdasarkan hasil Survei Sosial Ekonomi Nasional 2004 Badan Pusat Statistik, menyebutkan bahwa: terdapat 55,0 juta keluarga dari jumlah penduduk Indonesia sebesar 217,1 juta jiwa. Sebanyak 5,9 juta keluarga belum memiliki rumah. Sementara setiap tahun terjadi penambahan kebutuhan rumah akibat penambahan keluarga baru rata-rata sekitar 820.000 unit rumah. Keadaan tersebut dan ditambah pesatnya laju urbanisasi telah menyebabkan permasalahan ketersediaan lahan bagi perumahan. Akibat langka dan semakin mahalnya tanah di perkotaan, pembangunan perumahan baru layak huni bagi masyarakat berpenghasilan rendah cenderung menjauh dari tempat kerja (urban sprawl). Keadaan ini menimbulkan ketidakteraturan penataan ruang dan kawasan, permasalahan mobilitas manusia dan barang, beban investasi dan operasi dan pemeliharaan prasarana, sarana, dan utilitas (PSU), penurunan produktifitas kerja, serta berdampak buruk terhadap kondisi sosial dan lingkungan.
Pada dasarnya, pembangunan perumahan dan permukiman merupakan

08 January 2011

Nasehat Untuk Kawan-kawan

Assalaamu`alaikum warahmatullaahi wabarakaatuh,

Wahai Pemuda,

Sungguh Perlawanan ini telah berkibar. Siap atau tidakkah terhadap keadaan ini. Suka atau tidak sukakah. Namun janji Allah itu pasti. Allah akan menjadikan orang-orang bertaqwa bekuasa kembali di muka bumi ini. Dan sungguh begitu dahsyat keimanan kita. Keimanan ghuroba` yang telah di nubuwwalkan di akhir zaman.

Kawan…

Jagalah diri kalian dari maksiyat. Ketahuilah Umar Bin Khattab r.a menulis surat kepada Sa`ad Abi Waqoosh dan pada sahabat yang berada di bawah komandonya : “Aku (Umar) perintahkan kepadamu dan kepada pengikutmu untuk menjaja dari maksiyat. Karena dosa-dosa pasukan lebih ditakuti daripada pasukan musuh itu sendiri. dan kemenangan kaum muslimin didapat karena musuh mereka bermaksyiat kepada Allah. Kalaulah kalian tidak memiliki ini, niscaya kita tidak memiliki kekuatan melawan mereka. Karena jumlah mereka tidak sama dari jumlah kita, persenjataan dan logistik kita tidak selengkap mereka…”

Jagalah dizikir dan ibadah kalian. Karena dzikirlah yang

21 December 2010

PERENCANAAN KOTA ERA KEJAYAAN KAUM MUSLIM

Seribu tahun yang lalu, tidak banyak kota besar di dunia dengan penduduk diatas 100.000 jiwa. Menurut para sejarawan perkotaan Modelski maupun Chandler, Baghdad di Irak memegang rekor kota terbesar di dunia dari abad 8 M sampai abad 13 M. Penduduk Baghdad pada tahun 1000 M ditaksir sudah 1,5 juta jiwa. Peringkat kedua diduduki oleh Cordoba di Spanyol yang saat itu juga wilayah Islam dengan 500 ribu jiwa dan baru Konstantinopel yang saat itu masih ibukota Romawi-Byzantium dengan 300 ribu jiwa.

Namun sebagaimana laporan para pengelana Barat, baik Baghdad maupun Cordoba adalah kota-kota yang tertata rapi, dengan saluran sanitasi pembuang najis dibawah tanah serta jalan-jalan luas yang bersih dan diberi penerangan pada malam hari. Ini kontras dengan kota-kota di Eropa pada masa itu, yang kumuh, kotor dan di malam hari gelap gulita sehingga rawan kejahatan.

Pada 30 Juli 762 M, Khalifah Al-Mansur mendirikan kota Baghdad. Al-Mansur percaya bahwa Baghdad adalah kota yang akan sempurna untuk menjadi ibukota khilafah. Al-Mansur sangat mencintai lokasi itu sehingga konon dia berucap: “Kota yang akan kudirikan ini adalah tempat aku tinggal dan para penerusku akan memerintah”.

Modal dasar kota ini adalah lokasinya yang strategis dan memberikan control atas rute perdagangan sepanjang sungai Tigris ke laut dan dari Timur Tengah ke Asia. Tersedianya air sepanjang tahun dan iklimnya yang kering juga membuat kota ini lebih beruntung daripada ibukota khilafah sebelumnya yakni Madinah atau Damaskus.

Namun modal dasar tadi tentu tak akan efektif tanpa perencanaan yang luar biasa. Empat tahun sebelum dibangun, tahun 758 M Al-Mansur mengumpulkan para surveyor, insinyur dan arsitek dari seluruh dunia untuk dating dan membuat peremcanaan kota. Lebih dari 100 ribu pekerja konstruksi dating untuk mensurvei rencana-rancana, banyak dari mereka disebar dan diberi gaji untuk langsung memulai pembangunan kota.

Kota dibangun dengan dua semi-lingkaran dengan diameter sekitar